CAKRAWALA JIWA (Bagi Engkau yang Dahaga Jiwa)

Mendalami Jiwa layaknya menjelajahi jagad raya begitu sulit, dalam, dan berkelok tetapi diliputi keindahan bagi yang memiliki kesadaran transendental. Mengenal jiwa secara mikrokosmos adalah dasar untuk mengenall jiwa secara makrokosmos, termasuk kekuasaan Tuhan

My Profile

Namaku KUSWOYO ARIEF, entah apa maksud orang tuaku memberi nama itu kepadaku. Barangkali, karena bapakku dulu adalah seorang biduan di masa mudanya yang semasa dengan Koes bersaudara. Kenyataannya aku memiliki sedikit darah seni, dengan kemampuan vokal yang agak lumayan, meskipun tidak terasah sehingga kini. Aku lahir di bilangan propinsi DIY, sudut wilayah yang terpencil, gersang, tandus dan miskin. Daerah itu adalah GUNUNG KIDUL. Saat tulisan ini aku buat , aku tak tahu lagi bagaimana perkembangan daerah tumpah darahku itu. Masa kecilku akrab dengan masjid, TPA, dari aku santri hingga aku mampu mengajar juga di sana. Sebuah masjid yang dibangun atas dana swadaya. Lingkungan yang mendidik pola beragama dan pola pikirku adalah MUHAMMADIYAH, sehingga sampai kini aku hidup dengan prinsip-prinsip MUHAMMADIYAH.

Riwayat pendidikanku, SD ku INPRES (dari Alm. Soeharto), SMP N 2 nglipar, masih di lokasi desa, SMA ku SMAN 2 Wonosari sudah agak ke kota. Jadi tidak ada belajar gama secara spesifik, seperti misalnya di pesantren. Tetapi barangkali aku tidak tumbuh sebagaimana layaknya seorang anak muda yang lain enjoy, keluyuran sana-sini. AKu justru terfokus kepada pengaalaman-pengalaman keberagamaan yang aku nilai paling tinggi dalam sejarah hidupku. AKu masuk Kelompok Amaliyah Remaja di SMA, hingga memiliki desa binaan. TPA dan pengajian Ibu-Ibu (majlis Taklim). Bergabung dengan orang-orang ISlam garis keras, latihan bela diri ke Pantai Selatan, Pengajian Ahad Pagi (PAP), belajar Seni Baca Quran. Dan tentunya membasarkan TPA-ku

Kehidupan SMA ku yang seperti itu, barangkali yang memfokuskan pola pikirku untuk aku kuliah di IAIN SUNAN KALIJAGA (sekarang UIN Jogja). Kuliah di agama untuk menegakkan Islam. Aku masuk fakultad DAkwah Jurusan BPI. Tetapi ternyata aku salah tempat, IAIN Sunan Kalijaga tidak mengajarkan aku menjadi militan. Tetapi justru sebaliknya, mulai aku berkenalan dengan pemikiran-pemikiran selain ISlam. Filsafat Barat, Filsafat Cina, Teologi Kristen dan pemikiran-pemikiran lain yang mulai memudarkan semangat jihadku. Malah hampir-hampir mengkoyak-koyak keimananku. Benar barangkali kalau justru IAIN SUnan Kalijaga “agak” berfaham sekuler. Dosen-dosenku banyak jebolan Montreal Canada, bukannya dari Al-Azhar atau Timur tengah. Sehingga aku terus bergelut dengan banyak pemikiran

Pemikiran yang menjalar di kepalaku, mereduksi prinsip religiku. Bahkan merubah penampilan fisikku. Gondrong rambutku, mulai aku berkenalan dengan jeans, musik, dan juga cara bertutur kata yang filosofis. Aku masuk lembaga-lembaga diskusi, menjadi anggota senat, masuk IMM, mau masuk PMII tapi tidajk jadi, HMI tapi dipecat. AKu menjadi superior. “Ubermensch” kata Nietzsce. Aku melahap semua pemikiran, dari yang primitif dampai pemikiran postmodernisme. Tapi ada sesuatu yang t ak sanggup aku elakkan doktrin imanenku, keislamanku.

satu hal lagi yang mewarnai kehidupanku pada saat itu adalah aku menjadi seorang demonstran. Karena awal kuliahku, bersamaan dengan hingar bingar semangat menurunkan Soeharto dari jabatan presidennya.UMPTN yang kedua, setelah yang pertama gagal aku daftar lagi. Diterima di sosiatri UGM, tetapi berhenti di tengah jalan(hanya 4 semester). karena tak ada biaya maka aku kembali ke komunitas awalku di IAIN SUnan Kalijaga (yang lebih murah dan terjangkau). Kacaunya hidup dan pemikiranku, memaksaku untuk “kuliah” di perpustakaan, meninggalkann kuliah yang senantiasa membosankan. Sampai waktu akhir kuliahku tiba. AKu KKN terlebih dahulu, kemudian baru aku kembali ke perpustakaan, untuk mengelaborasi pemikiran guna mempersiapkan penulisan skripsi.

Skripsiku, menggabungkan tiga konsep pemikiran, filsafat, psikologi dan Islam. Cuma dapat B, kemudian aku wisuda. Selesai tepat 4 tahun lebih dua bulan.

Mulailah kedupan yang sebenarnya,……

Hari-hari terakhirku kuliah, aku telah berkenalan dengan gadis sholehah sesama aktivis masjid, seorang mahasiswi D3 akuntansi, jujur ia pulalah yang segera membuat skripsiku segera usai. Memacu semangat untuk segera pendadaran, wisuda dan mengaktualisasi diri. Kuliah selesaipun hampir bersamaan. Ia pulang ke Batam, tanah di mana ia dibesarkan. Maka segera aku sunting dia menjadi istriku usai kelar kuliahku. Ya.. aku ke Batam.

Awal kehidupanku yang sebenarnya, sungguh berat, pahit dan menyesakkan dada. Betapa tidak dua tahun pernikahanku, sudah dua malaikat kecil di anugrahkan padaku. Tetapi hanya sebentar, Khalif hanya berumur 11 hari dan Azza berumur 7 bulan. Anak keduaku di kandung istri, istri operasi di RSOB, kepalanya di bedah karena pembuluh darah pecah. Vonis dokter stroke. Saat itu umur Azza baru 3 bulan dalam kandungan. Istriku haru PHK karena tak kunjung pulih, sampai saat Azza lahir, istriku masih dalam keadaan lemah dan sering kejang akibat dari operasi syarafnya. Mungkin sampai saat ini. Dua bulan Azza hidup bersama kami, bulan-bulan selanjutnya ia di bawa ke Jawa karena tak mungkin aku ngerawat istri yang sakit sekaligus anakku yang masih kecil. Tuhan berkehendak lain, Justru ketika di Jawa itulah Azza harus kembali kepada Tuhan saat berumut 7 bulan dan bersamaan dengan peristiwa gempa Jogja.

Aku kini seorang guru, di sebuah yayasan sekolah Islam di Batam. Hidup berdua dengan istriku, tanpa teman tanpa siapa-siapa. Tapi biarkan saja, Tuhan memang punya rencana yang maha hebat.

Karirku di Batam diawali menjadi seorang sales produk asuransi Islam yaitu takaful, tetapi tak lama. Aku pindah profesi jadi seorang Guru di Yayasan tersebut di atas, dengan gaji pertama 700 ribu rupiah sudah di tambah dengan ngajar di SMP-nya. Tahun berikutnya aku benar-banar aktif hanya di SMP dan di tambah ngajar di SMA. Sekarang aku aktif di SMA, menjadi wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana. Walaupun pada faktanya aku lebih intens dalam bidang kesiswaan. Aku menjadi kepala Laboratorium IT, lengkap dengan komputer, server, LAN, internet. Disampng bertanggung jawab terhadap pengeloaan perpustakaan dan alat-alatt Lab IPA, serta peralatan music (Band). Tahu gajiku berapa dengan seabrek jabatan yang aku sandang?

Diluar ngajar aku juga bagian dari Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Batam, meski peranku hanya sebagai distributor Buletin. Tapi kan keren juga dimasukkan dalam kisah atau Curiculum Vitae. Banyak Suka duka yang aku lalui selama dua Tahun menjadi distributor, pernah kecelakaan hingga patah jari kaki. Pelajarn yang berharga banget.

Aktivitas lain, ngeles dah pasti lah di AEC dan di AZKIA lumayan buat beli bensin. Aku juga seorang dosen dengan MKDU Sosiologi Kesehatan di AKPER Progsus Otorita Batam. Tahun ini aku diminta ngajar MKDU yang sama di sebuah Akademi bidang Kesehatan yang baru berdiri di Batam.

Ya…. begitulah hidupku, dari sisi pengalaman mungkin belum seberapa. dan dari sisi income kayaknya masih senin kemis, belum mapan benar. Tetapi toh semua itu harus dijalani.

Saat ini(untuk daftar pada lomba WEB dan Blog Tk. Nasinal) fokus bidang ajarku adalah SOSIOLOGI DAN GEOGRAFI pada level SMA untuk mata pelajaran yang di UN kan ditambah satu mata pelajaran yang tidak di UN kan yaitu SEJARAH, kesemuanya dari kelas X, XI IPS ampai pada kelas XII IPS. Seiring dengan pendirian sekolah baru yaitu SMK maka aku diberi beban juga untuk ikut serta mengembangkan sekolah baru tersebut. Berbekal kemampuanku, walau hanya sedikit, dibidang IT, terutama LAN internet (komputer jaringan), maka aku merangkap menjadi kepala jurusan IT di SMK disamping jabatanku sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana. Semua ini aku jalani dengan penuh pengabdian tanpa komplain apapun, hal ini sesuai dengan prinsipku bahwa pekerjaan apapun ituaku lakukan semata-mata pengabdianku pada ALLAH SWT, biarlah Allah saja yang menilai dan memberi balasan atas pa yang aku usahakan. VIVA SEKOLAH ISLAM HANGTUAH BATAM.

Perjalananku selanjutnya cobalah klik di bawah ini:

Sukses di PNS Bintan

Dari Wakasek ke tukang ojek

8 Responses

  1. agusampurno mengatakan:

    Assalammualaikum
    Salam kenal Pak Koes.

  2. kuswoyo arief mengatakan:

    Salam kenal kembali Pak Agus. Terima kasih kunjungannya. Semoga Tuhan anugerahkan kesehatan dan kesejahteraan kepada Bapak. Amin

  3. cenya95 mengatakan:

    Salam silahturahmi, mas.
    semoga sukses

  4. kuswoyo arief mengatakan:

    Terimakasih atas kunjungannya Mas, salam silaturahmi kembali. Semoga Tuhan memberkahi anda

  5. agustriana mengatakan:

    salam kenal pak koes, ssemoga menjalin erat silaturahmi

  6. kuswoyo arief mengatakan:

    Sala mkenal kembali, terima kasih telah berkunjung. Sukses buat mas Agus

  7. hilda widyastuti mengatakan:

    salam kenal pak….saya ngajar juga di politeknik Batam

  8. kuswoyo arief mengatakan:

    Salam kenal kembali bu Hilda sukses selalu buat Ibu Hilda Widyastuti

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

SELAMAT PAGI DUNIA

Selamat Pagi Dunia

Mendambamu sepanjang hidupku

Ketika terduduk dalam keterasingan disudut pulau, aku sanggupp membaca guratan merah cakrawala ufuk barat senjahari bahwa akan ada keabadian setelah semua ini sirna. Menjadi abadi yang sempurna, tatkala kematian diselimuti dengan senyuman kepuasan akan kenikmatan tunduk kepada kuasa Tuhan. Menjadi abadi yang sempurna, ketika kita mendamba cinta tak bernoda yang sanggup kita genggam meski ombak badai menerjang terjang. Ketika terduduk dalam keterasingan disudut pulau.... aku begitu mengharu biru menyambut cinta yang hadir kembali menemani asa yang hampir mati Aku, meski tersudut sepi, disebuah pulau tak berperadaban....tetapi selalu kudamba engkau untuk menerangi hidup hingga akhir hayat