10 September 2008 • 3:42 pm
Tak terasa, Ramadhan telah melangkah ke setengah perjalanan. Hanya Allah dan kita sendiri yang tahu, apakah waktu yang sudah terlewat telah termanfaatkan dengan baik untuk ber-taqarrub kepada Allah, ataukah sia-sia belaka—hanya haus dan lapar saja yang melekat di badan, sementara rahmat dan ampunan Allah jauh dari pelupuk mata.
Rasulullah saw. telah bersabda:
Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. (HR al-Bukhari dan Muslim).
Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, melalui sabda Nabi saw. tersebut, telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan. Sungguh, ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhluk-Nya.
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. Oleh sebab itu, pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. Berkaitan dengan ini, Rasulullah saw. dalam salah satu khuthbahnya sebelum memasuki Ramadhan menyatakan, “Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya pengampunan, dan akhirnya kemerdekaan dari api neraka.” Lalu beliau melanjutkan, ”Karenanya, perbanyaklah empat perkara pada bulan Ramadhan: dua perkara untuk Rabb-nya dan dua perkara kalian menyukainya. Dua perkara untuk Rabb-nya adalah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan memohon ampunan kepada-Nya. Adapun dua perkara yang kalian sukai adalah memohon surga dan berlindung dari neraka.” (HR Ibnu Huzaimah dari Salman Al Farisi). Read the rest of this entry »
Filed under: Al-Islam, Dakwah Islam, MATERI CERAMAH RAMADHAN 1429 H, pendidikan
9 September 2008 • 6:21 pm
Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut [29]: 45)
Ayat di atas begitu eksplisit menjelaskan adanya keterkaitan antara shalat dan perilaku yang ditunjukkan oleh seorang muslim. Pengaruh shalat memang tidak dapat dijadikan tolak ukur untuk menggeneralisasi dan menghukumi kepribadian semua orang. Tetapi, paling tidak dalam ayat ini Allah menjelaskan sikap seorang manusia dari sudut pandang karakter dan watak/ tabiat yang dibawanya. Shalat itu membersihkan jiwa, menyucikannya, mengkondisikan seorang hamba untuk munajat kepada Allah Swt di dunia dan taqarrub dengan-Nya di akhirat. (Jabir Al-Jazairi, 2004: 298). Read the rest of this entry »
Filed under: Berita Dunia Islam, Dakwah Islam, MATERI CERAMAH RAMADHAN 1429 H, pendidikan
30 Agustus 2008 • 10:22 am
Alhamdulillah, tamu agung dengan membawa berjuta-juta keuntungan itu datang lagi. Tamu agung yang sangat istimewa segera menjelang menghampiri ruh-ruh yang rapuh terobsesi oleh api dunia yang membakar menghauskan.Kedatanganmu kami tunggu wahai syahrul mubarok. Datanglah untuk menghapus dahaga iman dan jiwa kami, datanglah untuk membelenggu kedurjanaan, datanglah untuk menghapus duka nestapa disebsbkan oleh perihnya hati menapaki jalan kemunafikan, jalan kedustaan, jalan kesombongan, jalan kesesatan yang kami tutupi setahun lalu.
Sungguh aku merindukanmu, bercengkerama denganmu siang malam. Becerita bahwa kami telah tersesat keujung-ujung dunia yang bersinar-sinar mempesona, bercerita bahwa keangkuhan kami telah menikam beribu-ribu manusia hingga mati kehausan dan kelaparan. Bercerita tentang kebodohan kami menyanjung dunia padahal kami telah tahu bahwa dunia hanya sekejap. kemilau dunia hanya kilat yang terlihat sebelum hari hujan. Berdcerita tentang perilaku keji kami mendzolimi banyak orang merampas hak mereka, mencemooh mereka, menginjak-injak mereka.
Sungguh………………kami merindukanmu untuk memulihkan kesadaran batin dan jiwaku yang terkoyak moyak. Hancurkan kesombonganku dengan dengan petuah menahan nafsumu. Ikat kesombonganku dengan rasa menahan lapar yang melilit. Hapuslah kepongahan kami dengan damainya waktu subuh. Hapuslah ketamakan kami dengan waktu berbuka bersama-sama. Hapuslah kesombongan kami dengan berdiri sholat malam yang mendmaikan hati.
Sungguh……………..kami merindukanmu mencongkel karat hati ketidak pedulian kami yang telah menusuk hati paling dalam. Hapuskan kelelahan jiwa yang gersang ini dengan chaya iman nan haqiqi.
Selamat Datang, wahai Ramadhanku
Filed under: Al-Islam, Berita Dunia Islam, Dakwah Islam, MATERI CERAMAH RAMADHAN 1429 H
komentar anda