Ketika dunia ini berputar hendaklah kita mengikuti perputaran itu, lebih hebat lagi klau perputaran kita melebihi perputaran dunia karena akan segera tercipta kebahagiaan secara personal dalam jiwa kita. Kita salut terhadap orang-orang yang, kata Sheila on 7, melompat lebih tinggi. KArena tidak semua orang berkehendak menjadi yang terbaik, banyak diantara kita yang cukup puas dengan posisi kita saat ini, dan enggan bergerak kepada situasi yang lebih tinggi, kondisi yang lebih mengenakkan.
Kawan, liburan telah usai. Bagi Anda seorang pendidik seperti saya, apakah kita telah tersadar bahwa tanggung jawab kita sangat luar biasa melebihi tanggung jawab profesi apapun. Presiden sekalipun. Karena ditangan kita mindset, frame pemikiran, harapan, keinginan, jiwa hidup, kebanggaan sebagai bangsa, jaminan hidup, dari seluruh anak-anak bangsa ini digantungkan. menjadi lah guru yang lebih prestatif dari hanya sekedar guru yang pecandu materi, mengaharap gaji dan tunjangan besar tetapi prestasi pendidian bangsa ini malah kian merosot. Menjadilah guru yang inovatif, dari hanya sekedar guru yang plagiator, penjiplak tengik yang suka merampas hak karya dan pekerjaan orang lain.
Terlepas dari, harapan kita kepada pemerintah untuk terus menaikkan gengsi dan pamor guru sebagai prosionalis yang patut diperhitungkan di bangsa ini, yang lebih urgen sebenarnya adalah kesadaran transendental dan imanen bagi setiap guru untuk menampilkan yang terbaik didepa Tuhan. Bukan hanya untuk sekedar kepuasan diri, kebanggaan atasan, kebanggaan keluarga, prestise dan tetak bengek sebab secara duniawi.
Guru yang diliputi kesadaran transenden, akan menjadi besar dengan sendirinya. Sebab, ketika sandaran kita target kita besar (Tuhan) maka yang akan kita dapatkan secara otomatis tidakpun diharapkan akan muncul dengan sendirinya. tetapi kalau sandaran kita manusia atau sebab sebab yang kecil otomatis pula segitulah yang akan kita dapatkan. Kita kerdil karena pemikiran kita kerdil, hanya sebatas dunia. Berpikirlah besar, scara otomatis pemikiran besar kita akan membawa kita kepada kesuksesa yang besar. Kebanyakan kitamenganggap ini hanya retorika, basi dan hanya sekedar motivasi yang sebentar hilang. tetapi sesungguhnya statemen ini adalah alamiah wajar dan sunatullah. Tetapi kita tidak yakin
Ayolah para guru, berlomba-lomba bersikap bertingkah laku prestatif. Liburan telah usai, saatnya kita kembali kepada dunia kita yang sesungguhnya dunia pendidikan kita yang mengaharapkan kita kerja ekstra keras agar bangsa ini tidak dipecundangi bangsa lain. Agar bangsa ini punya dedikasi, kewibawaan dan agar bangsa ini segera dapat diperhitungkan didunia Internasional.
Munculkan kesadaran yang transenden…………………
Berbuat yang terbaik bagi bangsa ini.
Khusus bagi kawan-kawan yang mendapat tugas didaerah terpencil, disudut sudut yang minus peradaban, dipulau-pulau yang senyap, kepakkan sayapmu ayo berkelana dari dalamnya samudra, luasnya langit membentang, sirami darahmu dengan api pengabdian, lima atau sepuluh tahun lagi kita yang pasti didepan. Kesulitan kita akan menumbuhkan kesadaran transenden bagi hidup yang solutif, ketika kita terbiasa dengan masalah maka semakin banyak jalan menuju keberhasilan karena secara otomatis jalan-jalan itu solutif itu akan membawa kita kepada kebesaran. Jadi tidak perlu, mengeluh dengan keterbatasan ini, dengan keterbatasan ini ini justru kita akan berfikir untuk mencari jalan mengatasai keterbatasan ini. Yakinlah……setiap kesulitan ada kemudahan……….dan dari keuslitan kesulitan itulah kita akan dapat MELOMPAT LEBIH TINGGI.
Selamat bejuang GURU_ GURU INDONESIA
Filed under: celoteh dan tulisan-ku
















komentar anda