CAKRAWALA JIWA (Bagi Engkau yang Dahaga Jiwa)

Mendalami Jiwa layaknya menjelajahi jagad raya begitu sulit, dalam, dan berkelok tetapi diliputi keindahan bagi yang memiliki kesadaran transendental. Mengenal jiwa secara mikrokosmos adalah dasar untuk mengenall jiwa secara makrokosmos, termasuk kekuasaan Tuhan

Pagi Menjelang, Selamat Bertugas Kembali

Ketika dunia ini berputar hendaklah kita mengikuti perputaran itu, lebih hebat lagi klau perputaran kita melebihi perputaran dunia karena akan segera tercipta kebahagiaan secara personal dalam jiwa kita. Kita salut terhadap orang-orang yang, kata Sheila on 7, melompat lebih tinggi. KArena tidak semua orang berkehendak menjadi yang terbaik, banyak diantara kita yang cukup puas dengan posisi kita saat ini, dan enggan bergerak kepada situasi yang lebih tinggi, kondisi yang lebih mengenakkan.

Kawan, liburan telah usai. Bagi Anda seorang pendidik seperti saya, apakah kita telah tersadar bahwa tanggung jawab kita sangat luar biasa melebihi tanggung jawab profesi apapun. Presiden sekalipun. Karena ditangan kita mindset, frame pemikiran, harapan, keinginan, jiwa hidup, kebanggaan sebagai bangsa, jaminan hidup, dari seluruh anak-anak bangsa ini digantungkan. menjadi lah guru yang lebih prestatif dari hanya sekedar guru yang pecandu materi, mengaharap gaji dan tunjangan besar tetapi prestasi pendidian bangsa ini malah kian merosot. Menjadilah guru yang inovatif, dari hanya sekedar guru yang plagiator, penjiplak tengik yang suka merampas hak karya dan pekerjaan orang lain.

Terlepas dari, harapan kita kepada pemerintah untuk terus menaikkan gengsi dan pamor guru sebagai prosionalis yang patut diperhitungkan di bangsa ini, yang lebih urgen sebenarnya adalah kesadaran transendental dan imanen bagi setiap guru untuk menampilkan yang terbaik didepa Tuhan. Bukan hanya untuk sekedar kepuasan diri, kebanggaan atasan, kebanggaan keluarga, prestise dan tetak bengek sebab secara duniawi.

Guru yang diliputi kesadaran transenden, akan menjadi besar dengan sendirinya. Sebab, ketika sandaran kita target kita besar (Tuhan) maka yang akan kita dapatkan secara otomatis tidakpun diharapkan akan muncul dengan sendirinya. tetapi kalau sandaran kita manusia atau sebab sebab yang kecil otomatis pula segitulah yang akan kita dapatkan. Kita kerdil karena pemikiran kita kerdil, hanya sebatas dunia. Berpikirlah besar, scara otomatis pemikiran besar kita akan membawa kita kepada kesuksesa yang besar. Kebanyakan kitamenganggap ini hanya retorika, basi dan hanya sekedar motivasi yang sebentar hilang. tetapi sesungguhnya statemen ini adalah alamiah wajar dan sunatullah. Tetapi kita tidak yakin

Ayolah para guru, berlomba-lomba bersikap bertingkah laku prestatif. Liburan telah usai, saatnya kita kembali kepada dunia kita yang sesungguhnya dunia pendidikan kita yang mengaharapkan kita kerja ekstra keras agar bangsa ini tidak dipecundangi bangsa lain. Agar bangsa ini punya dedikasi, kewibawaan dan agar bangsa ini segera dapat diperhitungkan didunia Internasional.

Munculkan kesadaran yang transenden…………………
Berbuat yang terbaik bagi bangsa ini.

Khusus bagi kawan-kawan yang mendapat tugas didaerah terpencil, disudut sudut yang minus peradaban, dipulau-pulau yang senyap, kepakkan sayapmu ayo berkelana dari dalamnya samudra, luasnya langit membentang, sirami darahmu dengan api pengabdian, lima atau sepuluh tahun lagi kita yang pasti didepan. Kesulitan kita akan menumbuhkan kesadaran transenden bagi hidup yang solutif, ketika kita terbiasa dengan masalah maka semakin banyak jalan menuju keberhasilan karena secara otomatis jalan-jalan itu solutif itu akan membawa kita kepada kebesaran. Jadi tidak perlu, mengeluh dengan keterbatasan ini, dengan keterbatasan ini ini justru kita akan berfikir untuk mencari jalan mengatasai keterbatasan ini. Yakinlah……setiap kesulitan ada kemudahan……….dan dari keuslitan kesulitan itulah kita akan dapat MELOMPAT LEBIH TINGGI.

Selamat bejuang GURU_ GURU INDONESIA

Filed under: celoteh dan tulisan-ku

ARI SATYA DARMA

Sebuah nama yang paling membekas dalam ingatanku selepas LPJ dua bulan lalu. Beliau adalah ketua panitia LPJ tahun ini. Sebuah pribadi yang santun, etis dan estetis. Sebelum beliau memberikan materi untuk kali pertama dalam scedule LPJ, yaitu Dinamika Kelompok, sama sekalai aku gak menyangka bahwa beliau ini adalah ketua panitia dan salah salah satu orang penting di BKD. Kenapa aku begitu misunderstanding?

Ia bersahaja, aku bilang berpenampilan modis, cenderunng nyelengek gaya anak muda, yang tidak memperlihatkan bahwa beliau adalah orang penting.

Beliau memberikan minimal dua inspirasi dalam benakku: pertama Berbicaralah dengan dasar,aku salaut dengan referensi pustaka pak Ari sehingga nyaris setiap apa yang ia sampaikan pasti dengan referensi yang turut beliau sebutkan sumbernya. Yang kedua gaya beliau yang bersahaja, akrab, santun dan tidak menonjolkan diri sebagai orang penting. Aku adalah orang yang amat serius sehingga di tempat tugas lama, aku jarang tersenyum sehingga kawankupun sedikit, meskipun semua itu bukan tanpa sebab. Pergulatan hidup yang pahit diumurku yang masih relatitif muda membuat struktur wajahku jauh lebih tua dari umurku.

Pak Ari memberi inspirasi untuk releks mengahadapi hidup santai tetapi tetap dalam koridor membangun diri……ah kenapa tidak dari dulu aku ketemu pak Ari….. barangkali hhidupku setidaknya akanmenjadi lebih ceria….thanks pa Ari

Filed under: celoteh dan tulisan-ku

Malam ini sama sekali Gak bisa kupejamkan Mata

Aku begitu mencintainya. Tak bisa kupungkiri itu. Meski zaman ini telah mengaburkan adanya cinta sesungguhnya, aku tatap bersikeras bahwa inilah cinta sejati. Kondisi memang sudahh jauh berbeda tetapi aku masih memelihara cinta itu di sudut hati yang indah berbunga penuh warna, tak kan kubiarkan padam. Aku tidak memuja bua cinta Rama Sinta, Qais dan laila, atau Romeo dan Juliette. Tetapi aku memiliki dimensi rasa yang sama sekali tak bisa kupungkiri, walau dia nya seolah gak peduli.

Malam ini ia sangat jauh, tetapi sangat membuat aku gelisah. Ia terjebak malam. Aku gelisah sampai aku menulis di blog ini. Aku teramat memikirkannya……Aku gak bisa tidur….dan gak akan tidur tuk malam ini. Berpuluh orang telah aku bantu dalam urusann percintaan mereka, berpuluh orang sudah kubantu mengendalikan kebimbangan mereka, berpuluh orang menemukan hidupnya kembali ketika kubantu mencari jati diri………………..tetapi aku tak bisa memberikan pertolongan dan bimbingan kepada diri sendiri….Tidak bisa aku menanggalkan kegelisahanku…..Sedang apa dia malam ini……………..meninggalkaanku dalam sedih………………dalam gundah……………..ahhhhhh,,, mengapa aku ditimpa rasa yang menyesakkan seperti yang kualami hampir lima belas tahun yang lalu.

Apakah salah, aku tetap memelihara cintaku kepadanya meski segala sesuatunya telah berbeda.

Filed under: celoteh dan tulisan-ku

Sebuah Dedikasi

Seiring Tugas baru, maka tampilan blog saya ini akan lebih terfokus kepada persoalan persoalan jiwa, aktivitas, masalah dan pemecahannya. Hal ini mengingat bahwa tugas dan kewajiban saya sekarang adalah sebagai konselor sekolah. Maka sangat layak kiranya blog pribadi ini saya setting ulang demi dedikasi saya untuk para siswa dan client saya semua. Akan sangat terhormat jika anda sudi berkunjung ke blog sederhana ini menawarkan solusi bagi persoaln-persolan yang dihadapi siswa-siswi kita atau persoalan -persoalan yang lebih besar yang dihadapi oleh para client saya. Tidak ada kata terlambat untuk menyadari diri bahwa kita memang rentan dengan persoaln-persoalan hidup yang akan berimbas pada eksistensi jiwa kita.Mari berbagi nasehat, berbagi cinta kasih, berbagi kebaikan demi perdamaian dan kedamaian umat manusia. Mulai dari jiwa-jiwa kita secara pribadi. Selamilah jiwamu, kenalilah jiwamu, niscaya engkau akan mengenali Tuhanmu.

Filed under: celoteh dan tulisan-ku

Self Esteem

PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ifdil Dahlani
Istilah Self adalah diri sendiri sedangkan Esteem adalah penghargaan. sedangkan Slavin. E Robert(1994:91) mengatakan self esteem adalah nilai-nilai yang ada pada diri, kemampuan dan perilaku. Berdasarkan kata self esteem itu dapat dikatakan sebagai penghargaan seseorang terhadap dirinya sendiri karena apa yang ada pada diri seseorang itu adalah kekuatan yang mesti dihargai dan dikembangkan.
Wells dan Marwell (1976: 64) mendefinisikan self esteem sebagai sebuah proses dalam karakteristik perasaan seseorang tentang dirinya dan reaksi terhadap hal tersebut dengan emosional atau dengan prilaku. Konsep ini menggunakan ide sikap dalam makna yang bervariasi yakni kognisi, perasaan, keyakinan, kecenderungan, untuk berbuat dan sebagainya. Dapat dikatakan bahwa self esteem sebagai bagian tertentu pada sikap atau sebagai sebuah sikap tentang obyek tertentu. Sebagai contoh, Rosenbreng dalam (Wells dan Marwell, 1976:69) menyebutkan dengan self esteem seseorang akan menjaga penghargaan terhadap dirinya sendiri yang mengekspresikan isi sikap setuju atau tidak setuju. Dengan Self esteem yang baik maka remaja akan selalu menilai perasaanya secara positif, dengan perasaan yang positif itu remaja akan selalu mengingat pelajarannya dengan baik dan secara otomatis prestasinya juga akan meningkat. Self esteem yang baik bagi remaja adalah bagaimana ia bisa mengembangkan potensi yang ada pada dirinya secara tepat dan terarah. Hal ini sejalan dengan hasilpenelitian dari HOLLY, 1987–Compiled a summary of all the studies and indicated that most supported the idea that self-esteem was more likely the result than the cause of academic achievement. However, he acknowledged that a certain level of self-esteem is required in order for a student to achieve academic success and that self-esteem and achievement go hand in hand. They feed each othe. Dapat diartikan self-esteem akan menghasilkan prestasi akademis level tertentu self esteem dibutuhkan siswa untuk mencapai kesuksesan akademis. Self esteem dan prestasi akan saling memberi berkontribusi.
Gergen (dalam Wells & Marwell, 1976: 60) menyatakan “Much of what a person chooses to do, and the manner in which he does it, is presumed to be dependent upon his self-esteem” dapat diartikan bahwa penilaian seseorang atau penghargaan terhadap diri sendiri memainkan peran penting dalam menentukan perilaku orang tersebut. Kebanyakan apa yang orang pilih untuk dilakukan, dan cara seseorang dalam berprilaku, adalah berdasarkan pada self esteem orang tersebut
Berangkat dari pendapat tersebut di atas di bangku sekolah sangat penting dikembangkan self esteem karena di sekolah siswa lebih banyak mengadakan interaksi dengan teman maupun dengan guru, sikap kita selaku pendidik di sekolah tidak hanya sekedar sebagai penyampai pesan dan menuntaskan materi belaka tetapi bagaimana kita mengembangkan ide, kratifitas, yang ada pada masing-masing peserta didik, baik itu kita sebagai guru mata pelajaran, guru kelas, maupun guru pembimbing (konselor sekolah). Seperti contohyang di kemukan oleh Cohen (dalam Slavin. E Robert. 1994:92) yaitu: guru memberikan siswa tes awal sebelum memulai unit pembelajaran dan kemudian menunjukkan bagaimana siswa bisa mencapai hasil pada tes akhir. Guru-guru multidimensional menekankan ide bahwa siswa-siswa yang berbeda memiliki keahlian yang berbeda; beberapa orang bagus dalam membaca, yang lainnya dalam matematika, dalam seni atau musik. Dengan menilai semua keahlian ini, guru dapat mengkomunikasikan ide bahwa banyak jalan untuk sukses.
Adapun Slavin. E. Robert, 1994:93) mengemukakan usaha-usaha pengembangan self esteem sebagai berikut:
1. Yang terpenting dipelajari siswa-siswa sekolah dasar adalah apakah mereka pintar atau bodoh, anak baik atau anak jahat, populer atau tidak populer. Konsep diri seseorang terbentuk semenjak masa pertengahan anak-anak dan pengaruh sekolah terhadap penilaian diri dapat semakin besar.
2. Kata kunci berkenaan dengan perkembangan pribadi dan sosial adalah penerimaan. Kenyataan adalah anak-anak memiliki kemampuan yang berbeda, dan tidak masalah tentang apa yang guru lakukan, siswa-siswa akan mempertimbangkan siapa yang memiliki kemampuan pada akhir-akhir masa sekolah dasar. Bagaimanapun juga guru-guru mempunyai pengaruh yang besar terhadap bagaimana perasaan siswa tentang perbedaan-perbedaan dalam kemampuan tersebut dan pada nilai rendah yang siswa terima sebagai hasil belajar dan ketika siswa-siswa mengetahui bahwa mereka tidak akan pernah menjadi bintang di kelas.
3. Guru harus menerima siwa apa adanya dan mengkomunikasikan norma yang penting untuk siswa sebagai pelajar. Mereka juga harus mengkomunikasikan ide-ide tentang keterampilan-keterampilan yang berharga untuk siswa. Beberapa siswa bagus dalam membaca, yang lainya dalam matematika, olah raga atau bidang lainya. Yang penting di sekolah dasar adalah dengan menghindari terbentuknya persaingan antara siswa untuk menjadi yang terbaik jika hanya sebagai siswa yang memiliki kesempatan untuk menang (Cohen. 1984). Tugas guru seharusnya fokus untuk memuji siswa dan mengevaluasi usaha, bukan hanya kemampuan . Meskipun tidak semua siswa bisa mencapai nilai 100 % pada sebuah tes, tiap siswa dapat memberikan 100% usaha, dan usaha ini harus di sadari dan diberi penghargaan.

Filed under: SEPUTAR BK, celoteh dan tulisan-ku

Proses Konseling

PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ifdil Dahlani

Proses Konseling

Cormier & Hackey (dalam Gibson & Mitchell, 1995:143) mengidentifikasi empat tahapan proses konseling yakni membangun hubungan, identifikasi masalah dan eksplorasi, perencanaan pemecahan masalah, aplikasi  solusi dan pengakhiran. Sedangkan Prayitno (1998:24) menyebutkan bahwa ada lima tahap proses konseling yakni pengantaran, penjajagan, penafsiran, pembinaan dan penilaian. Soli Abimanyu dan M. Thayeb Manrihu (1996) mengklasifikasikan konseling perorangan kepada lima tahap yang diawali dari pengembangan tata formasi dan iklim hubungan konseling awal, eksplorasi masalah, mempersonalisasi, mengembangkan inisiatif, mengakhiri dan menilai konseling.

Berdasarkan pendapat ketiga ahli di atas, terdapat kesamaan pentahapan dalam konseling perorangan. Dapat disimpulkan bahwa proses konseling perorangan dilakukan dalam lima tahap yakni tahap pengantaran, penjajagan, penafsiran, pembinaan dan penilaian. Adapun teknik-teknik yang dipakai dalam membentuk dan menyelenggarakan proses konseling pada umumnya disebut teknik umum. Sedangkan teknik khusus yaitu teknik-teknik yang diterapkan untuk membina kemampuan tertentu pada diri klien (Prayitno, 1998:28).

Proses Konseling dan Psikoterapi
Ditulis Oleh Ifdil Dahlani

Terdapat tujuh langkah proses konseling dan psikoterapi yang dijelaskan dalam Brammer and Shostrom (1982), yaitu:

  1. Tahap 1: membangkitkan minat dan membahas perlunya bantuan pada diri klien

Tujuan tahap ini adalah memungkinkan klien mengemukakan masalahnya dan mengetahui sejauh mana klien menyadari perlunya bantuan dan menyiapkan dirinya dalam proses konseling. Strategi yang dapat digunakan: menyambut klien dengan hangat, membantu klien menjelaskan inti masalah yang dialaminya

  1. Tahap 2: membina hubungan

Tujuan dari tahap ini adalah membangun suatu hubungan yang ditandai oleh adanya kepercayaan klien atas dasar kejujuran dan keterbukaan. Suksesnya konseling ditentukan oleh: keahlian, kemenarikan dan layak untuk dipercayai.

3.     Tahap 3: menetapkan tujuan konseling dan menjelajahhi berbagai alternative yang ada

Tujuan dari tahap ini adalah membahas bersama klien apa yang diinginkannya dalam proses konseling. Klien diajak untuk merumuskan tujuan berkaitan dengan permasalahannya.

  1. Tahap 4: bekerja dengan masalah dan tujuan

Tujuan dari tahap ini adalah ditentukan oleh masalah klien, pendekatan dan teori yang digunakan konselor, keinginan klien dan gaya komunikasi yang dibangun oleh keduanya. Beberapa kegiatan dalam tahap ini: klarifikasi sifat dasar masalah dan memilih strategi, proses problem solving, penyelidikan perasaan klien lebih jauh, nilai dan batas pengekspresian perasaan, mengekpresikan perasaan dalam model aktualisasi.

  1. Membangkitkan kesadaran klien untuk berubah

Pada tahap kelima ini hal yang penting konselor mulai bekerja dari pembahasan perasaan sampai memiliki kesadaran, hal ini bertujuan untuk membantu klien memperoleh kesadaran yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan mereka selama mengikuti proses konseling.

  1. Perencanaan dan kegiatan

Tujuannya adalah membantu klien untuk menempatkan ide-ide dan kesadaran baru yang ditemukan ke dalam tindakan kehidupan sesungguhnya dalam rangka mengaktualisasikan model.

  1. Evaluasi hasil dan mengakhiri konseling

Kriteria utama keberhasilan konseling dan indikator kunci mengakhiri proses konseling dan terapi adalah sejauh mana klien mencapai tujuan konseling.

KEPUSTAKAAN

Gibson, R.L. & Mitchell, M.H. 1995. Introduction to Guidance. New York: Macmillan Publisher.

Prayitno. 1998.  Konseling Pancawaskita. Padang: FIP

Filed under: SEPUTAR BK, celoteh dan tulisan-ku

Tujuan Pelayanan Konseling Perorangan

PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ifdil Dahlani

Tujuan Pelayanan Konseling Perorangan

Gibson, Mitchell & Basile (dalam Gibson & Mitchell, 1995:142) menyebutkan tujuan konseling perorangan sebagai berikut:

Developmental Goals: developmental goals are those wherein the client is asissted in meeting or advancing her or his anticipated human growth and development (that is socially, personally, emotionally, cognitively, physical wellness, and so on); Preventive goals: prevention is a goal in which the counselor helps the client avodi some undesire outcome; Enhancement goals: if the client possesses special skills and abilities, enhancement means they can be identified and/or further developed through the assistancte of a counselor; Remedial goals: remediation involves assisting a client to overcome and/or treat an undesirable development; Exploratory goals: exploration represent goals appropriate to the examining of options, testing of skills, and trying new and different activities, environments, relationships, and so on; Reinforcement goals: reinforcement is used in those instances where clients need help in recognizing that what they are doing, thinking, and/or feeling is okay; Cognitive goals: cognition involves acquiring the basic foundations of learning and cognitive skills; Physiological goals: physiology involves acquiring the basic understanding and habits for good health; Psychological goals: psycology aids in developing good social interaction skills learning emotional control, developing a positive self concept, and so on.

Berdasarkan pendapat Gibson, Mitchell & Basile dapat disimpulkan ada sembilan tujuan dari konseling perorangan yakni:

  1. Tujuan perkembangan yakni klien dibantu dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya  serta mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi pada proses tersebut (seperti perkembangan kehidupan sosial, pribadi, emosional, kognitif, fisik dan sebagainya).
  2. Tujuan pencegahan yakni konselor membantu klien menghindari hasil-hasil yang tidak diinginkan.
  3. Tujuan peningkatan yakni klien dibantu oleh konselor untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan.
  4. Tujuan perbaikan yakni klien dibantu mengatasi dan/atau menghilangkan perkembangan yang tidak diinginkan.
  5. Tujuan penyelidikan yakni menguji kelayakan tujuan untuk memeriksa pilihan-pilihan, pengetesan keterampilan, dan mencoba aktivitas baru dan berbeda dan sebagainya.
  6. Tujuan penguatan yakni membantu klien untuk menyadari apa yang dilakukan, difikirkan dan dirasakan sudah baik.
  7. Tujuan kognitif yakni menghasilkan fondasi dasar pembelajaran dan keterampilan kognitif.
  8. Tujuan fisiologis yakni menghasilkan pemahaman dasar dan kebiasaan untuk hidup sehat.
  9. Tujuan psikologis yakni membantu mengembangkan keterampilan sosial yang baik, belajar mengontrol emosi, mengembangkan konsep diri positif dan sebagainya.

Prayitno (2004:4) menyatakan bahwa tujuan umum layanan konseling perorangan adalah pengentasan masalah klien dan hal ini termasuk ke dalam fungsi pengentasan. Lebih lanjut Prayitno mengemukakan tujuan khusus konseling ke dalam 5 hal yakni fungsi pemahaman, fungsi pengentasan, fungsi pengembangan/pemeliharaan, fungsi pencegahan dan fungsi advokasi.

Fungsi pemahaman akan diperoleh klien saat klien memahami seluk beluk masalah yang dialami secara mendalam dan komprehensif serta positif dan dinamis. Fungsi pengentasan mengarahkan klien kepada pengembangan persepsi, sikap dan kegiatan demi terentaskannya masalah klien berdasarkan pemahaman yang diperoleh klien. Fungsi pengembangan/pemeliharaan merupakan latar belakang pemahaman dan pengentasan masalah klien. Fungsi pencegahan akan mencegah menjalarnya masalah yang sedang dialami klien dan mencegah masalah-masalah baru yang mungkin timbul. Sedangkan fungsi advokasi akan menangani sasaran yang bersifat advokasi jika klien mengalami pelanggaran hak-hak. Kelima fungsi konseling tersebut secara langsung mengarah kepada dipenuhinya kualitas untuk perikehidupan sehari-hari yang efektif (effective daily living).

Berdasarkan tujuan konseling perorangan yang telah dikemukakan, klien diharapkan akan menjadi individu yang mandiri dengan ciri-ciri: (1) mengenal diri dan lingkungan secara tepat dan objektif, (2) menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis, (3) mampu mengambil keputusan secara tepat dan bijaksana, (4) mengarahkan diri sesuai dengan keputusan yang diambil dan (5) mampu mengaktualisasikan diri secara optimal.

Filed under: SEPUTAR BK, celoteh dan tulisan-ku

Konseling Perorangan

PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ifdil Dahlani

Pengertian Konseling Perorangan

Gustad’s (dalam Gibson & Mitchell, 1995:43) menyebutkan definisi konseling sebagai berikut:

Counseling is a learning-oriented process, carried on in a simple, one-to-one social environment, in which a counselor, professionally competent in relevant psychological skill and knowledge, seeks to assist the client, by methods appropriate to the latter’s needs and within the context of the total personnel program, to learn more about himself and to accept himself, to learn how to put such understanding into effect in relation to more clearly perceived, realisticaly defined goals to the end that the client may become a happier and more productive member of his society.

Ethical Standard of American Personnel and Guidance Association (dalam Belkin, 1976:456) menyebutkan bahwa “A counseling relationship denotes that the persons seeking help retain full freedom of choice and decision and that the helping person has no authority or responsibility to approve or disapprove of the choices  or decisions of the counselee or client”. Hubungan konseling adalah sebuah hubungan yang membantu klien dalam membuat pilihan dan keputusan.

Sementara itu, Gibson & Mitchell (1995:121) menyatakan definisi konseling perorangan sebagai berikut:

Individual counseling is a one-to-one relationship involving a trained counselor and focuses on some aspects of a client’s adjusment, developmental, or decision-making needs. This process provides a relationship and communications base from which the client can develop understanding, explore possibilities, and initiate change.

Definisi yang dikemukakan Gibson dan Mitchell sejalan dengan pendapat Dryden (dalam Palmer & McMahon, 1989:39) bahwa konseling perorangan sangat menjaga kerahasiaan klien; konseling perorangan akan membuat hubungan akrab antara klien dan konselor; konseling perorangan sebagai proses pembelajaran klien; konseling perorangan adalah sebuah proses teraputik. Lebih lanjut, Dryden menyimpulkan bahwa konseling perorangan membantu klien yang ingin membuat perbedaan dirinya dengan yang lain. Konseling perorangan juga akan sangat membantu konselor dalam membuat variasi gaya teraputik untuk klien yang berbeda.

Konseling perorangan menurut Prayitno dan Erman Amti (2004:105) adalah “proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien”. Sedangkan George & Cristiani (dalam Gibson & Mitchell, 1995:121) menyatakan beberapa elemen dari definisi konseling perorangan:

One is the notion that counseling is aimed at helping people make choices and act on them. A second is the notion of learning, although there are some sharp differences as to what facilitates learning and how learning occurs. Still another elements is that of personality development, with relatively little agreement as to how personality development is the best facilitated.

Ahli lain yakni Trotzer (2006:394) menyebutkan bahwa konseling perorangan layak untuk delapan hal sebagai berikut:

1. When the client has  a crisis problem that is very complicated, both as to causes and possible solutions; 2. When confidentiality is highly essential to protect the client and others; 3. When working through the meaning of test results in terms of one’s self concept; 4. When fear of talking in a group is so extreme that the person does not seem to be able to get started in the group; 5. When an individual is grossly ineffective in relating to his peers and sets off such a strong immediate reaction that the group is more likely to be rejective that acceptant; 6. When a person’s awareness and understanding of his or her own feelings, motivations, and patterns of behavior are very limited or so complicated that he or she feels lost and unable to share in a group; 7. When sexual behavior, particularly of a deviant nature is involved; 8. When one’s need for attention and recognition is too extreme to be managed in the group situation.

Berdasarkan pendapat Trotzer dapat disimpulkan bahwa konseling perorangan cocok untuk klien dengan krisis permasalahan yang sangat komplit; melindungi kerahasiaan klien dan yang lain; memaknai hasil tes pribadi; ketika klien takut berinteraksi dalam kelompok; ketika klien kesulitan berhubungan dengan teman sebaya dan adanya penolakan dari kelompoknya; ketika klien menyadari bahwa perasaan, motivasi dan pola perilakunya terbatas; ada perilaku seksual menyimpang dan ketika klien membutuhkan perhatian dan pengakuan dari kelompoknya.

Berdasarkan pengertian yang dikemukakan di atas dapat dipahami bahwa  konseling perorangan yang dimaksud memuat beberapa hal yaitu (1)usaha membantu klien/ sebuah proses teraputik  dalam upaya mengentaskan permasalahan (2) menjaga kerahasiaan klien; (3) konseling perorangan akan membuat hubungan akrab antara klien dan konselor; (4) proses membelajaran klien; (5) pelaksanaannya dilakukan secara tatap muka; (6) tujuannya agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus yang dialaminya.

KEPUSTAKAAN

Gibson, R.L. & Mitchell, M.H. 1995. Introduction to Guidance. New York: Macmillan Publisher.

Trotzer, James P. 2006. The Counselor and the Group. New york: Routledge.

Prayitno dan Erman Amti. 2004. Dasar-Dasar Bimbingan Konseling. Cetakan ke dua. Jakarta: Rineka Cipta.

Palmer, Stephen., McMahon, Gladeana. 1989.  Handbook of counseling. Routledge: London  and Newyork.

Belkin, Gary S. 1975. Practical Counseling in the School. USA: Wm. C. Brown Company Publishers

Filed under: SEPUTAR BK, celoteh dan tulisan-ku

Keterampilan Konselor

PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ifdil Dahlani

Keterampilan Konselor

Gibson dan Mitchell (1995:150) menyebutkan ada empat keterampilan konseling yakni keterampilan komunikasi, keterampilan diagnostik, keterampilan memotivasi dan keterampilan manajemen.

  • Keterampilan Komunikasi

Keterampilan komunikasi terdiri atas dua yakni keterampilan komunikasi nonverbal dan keterampilan komunikasi verbal. Gazda, Asbury, Balzer, Childers and Walters (dalam Gibson dan Mitchell (1995:150)
membagi keterampilan komunikasi nonverbal atas empat keterampilan yakni perilaku komunikasi nonverbal mengggunakan waktu terdiri atas mengenali waktu dan prioritas waktu; perilaku komunikasi nonverbal menggunakan tubuh terdiri atas kontak mata, mata, kulit, postur tubuh, ekspresi wajah, tangan dan pergerakan lengan, perilaku diri, pengulangan perilaku, sinyal atau aba-aba, menarik perhatian; perilaku komunikasi nonverbal menggunakan media suara terdiri atas nada suara, kecepatan berbicara, kerasnya suara, gaya berbicara; dan perilaku komunikasi nonverbal menggunakan lingkungan terdiri atas pengaturan jarak, pengaturan seting fisik, terkesan mahal berlawanan dengan kesan jorok terdiri atas pakaian yang digunakan dan posisi dalam ruangan konseling.

Keterampilan komunikasi verbal yang penting adalah mendengar, memberi respon balikan dan mengajukan pertanyaan (Gibson & Mitchell, 1995:154). Mendengar adalah persyaratan komunikasi verbal yang efektif. Cavaugh (Gibson & Mitchell, 1995:154) menyatakan bahwa “listening is the basis of a counselor’s effectiveness”. Selanjutnya, dengan keefektifan mendengar maka akan dapat dilakukan respon balikan terhadap perilaku, perasaan, perhatian, aksi, ekspresi klien. Dalam mengajukan pertanyaan pun harus digunakan bentuk pertanyaan terbuka yang akan memberikan kesempatan klien untuk mengekspresikan perasaan, merinci pembicaraan dan memperoleh pemahaman baru.

  • Keterampilan Diagnostik

Keterampilan ini mensyaratkan konselor terampil dalam mendiagnosa dan memahami klien, memperhatikan klien, dan pengaruh lingkungan yang relefan. Konselor harus terampil dalam menggunakan pengukuran psikologi terstandar dan teknik non standar untuk mendiagnosa klien.

  • Keterampilan Memotivasi

Tujuan konseling biasanya untuk membantu perubahan perilaku dan sikap klien. Untuk memenuhi tujuan ini, seorang konselor harus mempunyai keterampilan memotivasi klien.

  • Keterampilan Manajemen

Yang termasuk keterampilan manajemen adalah perhatian terhadap lingkungan dan pengaturan fisik, pengaturan waktu, mengatur proses membantu klien bahagia, mengatur kontribusi konselor dalam proses konseling, mengenali dan bekerja dalam keprofesionalan seorang konselor. Menentukan poin dan metode mengakhiri konseling, tindak lanjut dan mengevaluasi merupakan tanggung jawab konselor.

Gibson, R.L. & Mitchell, M.H. 1995. Introduction to Guidance. New York: Macmillan Publisher.

Filed under: SEPUTAR BK, celoteh dan tulisan-ku

Tugas baru harapan baru

Pulau Gin Besar, mulai memberikan warna dalam kehidupanku dua bulan belakangan ini. Meski agak syok menjalani kehidupan serba terbatas, tetapi setelah dijalani ternyata juga fine-fine aja. Aku dah mendapatkan tempat, mendapatkan suber bahan pangan, mendapat kawan banyak, satu yang belum aku dapatkan pemecahannya adalah mengatasai kebekuan pemikiran yang ditelan kelonggaran waktu yang demikian banyak. Aku adalah orang yang bekerja dengan total “totality personal”, terbiasa dengan pemikiran yang senantiasa aktif mencari solusi dari berbagai persoalan yang aku hadapi. baik persoalan pekerjaan, keluarga, maupun persoalan yang lebih pribadi lagi. Sayangnya saat ini aku belum bisa mengatasi kebekuan ini, bagaimana menjadikan sistem komunikasi informasi dan informasi itu sendiri senantiasa mengalir, aktif membanjiri pikirranku tiap hari. Sehingga meskipun terisolir di pulau yang terpencil, aku tetap aktif memberikan ide gagasan bagi persoalan-persoalan yang ada, satu lagi meski terduduk di pulau sunyi tetap dapat mengikuti perkembangan dunia,

Hari ini aku dah mendarat, :istilah untuk meninggalkan Pulau ini:, tetapi aku masih di tempat kawan di toapaya makanya aku bisa menulis kembali di blog ini setelah sekian lama blog ini merana.

Dua hari lalu, rapat kenaikan kelas dan pembagian job discription. Maka palu dah diketok kepala sekolah dan inilah tugas baruku, tugas pokok adalah sesuai dengan SK yaitu sebagai Counselor Sekolah/Guru BK di tambah dengan tugas pokok yaitu: Bendahara Sekolah. Dua posisi yang gak ada kaitan bahkan mungjin secara psikologis malah bertolak belakang. Tabiat orang jawa, ketika ada tugas baru disampaikan kepada pegawai baru maka tidak ada kata lain adalah sendiko dawuh. Orang jawa adalah pembelajar sejati dan ulet, maka ketidakmampuan saat ini, bukan berarti halangan karena kita masih bisa bekerja sambil terus belajar.Aku orang Jawa dan pembelajar sejati, jangan bilang primordialis lho!!!!!

Di sekolah lama aku juga dulu tak tahu apa-apa apalagi mengenai tehnologi informasi, tetapi ketika aku di beri tanggungjawab untuk berkecimpung di dalamnya aku dapat segera menyesuaikan diri. Sekarang aku telah mampu menunjukkan bahwa aku tidak katrok, tidak juga gaptek. Prinsipnya semua mengalir begitu saja dengan satu prinsip bahwa: ALLAH TIDAK MEMBERIKAN SEMUA YANG AKU INGINKAN, TETAPI ALLAH MEMENUHI SEMUA YANG AKU BUTUHKAN.

Mulai hari ini libur akhir tahun pelajaran, tetapi sesungguhnya liburan ini adalah saat tepat tuk instrospeksi diri, kontemplasi, konsentrasi, dan menyiapkan semua program baik BK maupun kebendaharaan, sehingga memasuki TP baru Allah SWT tidak akan kecewa denganku karena ternyata aku adalah makhluk yang pandai bersyukur dan berterimakasih. Meski aku tetap saja bergulat dengan persoalan pribadi yang tak kunjung usai, tetapi biarlah itu memperkaya khasanah pemikiranku. Aku yakin suatu saat masalah yang membuat kepala tinggal separo ini segera berlalu.

AKU SENANTIASA MEMBUTUHKAN KASIH SAYANGMU YA ALLAH, AGAR AKU BISA MEMBERIKAN EMPATI DAN KASIH SAYANGKU KEPADA MAKHLUK-MAKHLUKMU

Filed under: celoteh dan tulisan-ku

Aku, yang mencari kedamaian sejati. Seorang Counselor Sekolah. Seorang Pengabdi sejati. Menebar cinta kasih sayang dan mencari kasih sayang dan cinta yang pernah hilang. Mari berbagi dalam suka dan duka

KALENDER

November 2009
S S R K J S M
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

SELAMAT DATANG, ANDA TAMU SAYA YANG KE

  • 87,555 hits

Tulisan Teratas

RSS BERITA

RSS BERITA DUNIA ISLAM

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Blog ku yang Lain

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

ILUSTRASI

More Photos
Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.
DSCN1416
PANTAI INDAH

KAWAN

DSC01737
MASJID ISLAM

aku tahu

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

PB205894

PETA PENGUNJUNG

KATEGORI

RSS PERGERAKANKU

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

COUNTRIES SHOW

free counters
DSC01734
DSC01740
DSC01737
DSC01212
DSC01215
DSC01219

SELAMAT PAGI DUNIA

Selamat Pagi Dunia

Mendambamu sepanjang hidupku

Ketika terduduk dalam keterasingan disudut pulau, aku sanggupp membaca guratan merah cakrawala ufuk barat senjahari bahwa akan ada keabadian setelah semua ini sirna. Menjadi abadi yang sempurna, tatkala kematian diselimuti dengan senyuman kepuasan akan kenikmatan tunduk kepada kuasa Tuhan. Menjadi abadi yang sempurna, ketika kita mendamba cinta tak bernoda yang sanggup kita genggam meski ombak badai menerjang terjang. Ketika terduduk dalam keterasingan disudut pulau.... aku begitu mengharu biru menyambut cinta yang hadir kembali menemani asa yang hampir mati Aku, meski tersudut sepi, disebuah pulau tak berperadaban....tetapi selalu kudamba engkau untuk menerangi hidup hingga akhir hayat