CAKRAWALA JIWA (Bagi Engkau yang Dahaga Jiwa)

Mendalami Jiwa layaknya menjelajahi jagad raya begitu sulit, dalam, dan berkelok tetapi diliputi keindahan bagi yang memiliki kesadaran transendental. Mengenal jiwa secara mikrokosmos adalah dasar untuk mengenall jiwa secara makrokosmos, termasuk kekuasaan Tuhan

ARI SATYA DARMA

Sebuah nama yang paling membekas dalam ingatanku selepas LPJ dua bulan lalu. Beliau adalah ketua panitia LPJ tahun ini. Sebuah pribadi yang santun, etis dan estetis. Sebelum beliau memberikan materi untuk kali pertama dalam scedule LPJ, yaitu Dinamika Kelompok, sama sekalai aku gak menyangka bahwa beliau ini adalah ketua panitia dan salah salah satu orang penting di BKD. Kenapa aku begitu misunderstanding?

Ia bersahaja, aku bilang berpenampilan modis, cenderunng nyelengek gaya anak muda, yang tidak memperlihatkan bahwa beliau adalah orang penting.

Beliau memberikan minimal dua inspirasi dalam benakku: pertama Berbicaralah dengan dasar,aku salaut dengan referensi pustaka pak Ari sehingga nyaris setiap apa yang ia sampaikan pasti dengan referensi yang turut beliau sebutkan sumbernya. Yang kedua gaya beliau yang bersahaja, akrab, santun dan tidak menonjolkan diri sebagai orang penting. Aku adalah orang yang amat serius sehingga di tempat tugas lama, aku jarang tersenyum sehingga kawankupun sedikit, meskipun semua itu bukan tanpa sebab. Pergulatan hidup yang pahit diumurku yang masih relatitif muda membuat struktur wajahku jauh lebih tua dari umurku.

Pak Ari memberi inspirasi untuk releks mengahadapi hidup santai tetapi tetap dalam koridor membangun diri……ah kenapa tidak dari dulu aku ketemu pak Ari….. barangkali hhidupku setidaknya akanmenjadi lebih ceria….thanks pa Ari

Filed under: celoteh dan tulisan-ku

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

SELAMAT PAGI DUNIA

Selamat Pagi Dunia

Mendambamu sepanjang hidupku

Ketika terduduk dalam keterasingan disudut pulau, aku sanggupp membaca guratan merah cakrawala ufuk barat senjahari bahwa akan ada keabadian setelah semua ini sirna. Menjadi abadi yang sempurna, tatkala kematian diselimuti dengan senyuman kepuasan akan kenikmatan tunduk kepada kuasa Tuhan. Menjadi abadi yang sempurna, ketika kita mendamba cinta tak bernoda yang sanggup kita genggam meski ombak badai menerjang terjang. Ketika terduduk dalam keterasingan disudut pulau.... aku begitu mengharu biru menyambut cinta yang hadir kembali menemani asa yang hampir mati Aku, meski tersudut sepi, disebuah pulau tak berperadaban....tetapi selalu kudamba engkau untuk menerangi hidup hingga akhir hayat