CAKRAWALA JIWA (Bagi Engkau yang Dahaga Jiwa)

Mendalami Jiwa layaknya menjelajahi jagad raya begitu sulit, dalam, dan berkelok tetapi diliputi keindahan bagi yang memiliki kesadaran transendental. Mengenal jiwa secara mikrokosmos adalah dasar untuk mengenall jiwa secara makrokosmos, termasuk kekuasaan Tuhan

Malam ini sama sekali Gak bisa kupejamkan Mata

Aku begitu mencintainya. Tak bisa kupungkiri itu. Meski zaman ini telah mengaburkan adanya cinta sesungguhnya, aku tatap bersikeras bahwa inilah cinta sejati. Kondisi memang sudahh jauh berbeda tetapi aku masih memelihara cinta itu di sudut hati yang indah berbunga penuh warna, tak kan kubiarkan padam. Aku tidak memuja bua cinta Rama Sinta, Qais dan laila, atau Romeo dan Juliette. Tetapi aku memiliki dimensi rasa yang sama sekali tak bisa kupungkiri, walau dia nya seolah gak peduli.

Malam ini ia sangat jauh, tetapi sangat membuat aku gelisah. Ia terjebak malam. Aku gelisah sampai aku menulis di blog ini. Aku teramat memikirkannya……Aku gak bisa tidur….dan gak akan tidur tuk malam ini. Berpuluh orang telah aku bantu dalam urusann percintaan mereka, berpuluh orang sudah kubantu mengendalikan kebimbangan mereka, berpuluh orang menemukan hidupnya kembali ketika kubantu mencari jati diri………………..tetapi aku tak bisa memberikan pertolongan dan bimbingan kepada diri sendiri….Tidak bisa aku menanggalkan kegelisahanku…..Sedang apa dia malam ini……………..meninggalkaanku dalam sedih………………dalam gundah……………..ahhhhhh,,, mengapa aku ditimpa rasa yang menyesakkan seperti yang kualami hampir lima belas tahun yang lalu.

Apakah salah, aku tetap memelihara cintaku kepadanya meski segala sesuatunya telah berbeda.

Filed under: celoteh dan tulisan-ku

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

SELAMAT PAGI DUNIA

Selamat Pagi Dunia

Mendambamu sepanjang hidupku

Ketika terduduk dalam keterasingan disudut pulau, aku sanggupp membaca guratan merah cakrawala ufuk barat senjahari bahwa akan ada keabadian setelah semua ini sirna. Menjadi abadi yang sempurna, tatkala kematian diselimuti dengan senyuman kepuasan akan kenikmatan tunduk kepada kuasa Tuhan. Menjadi abadi yang sempurna, ketika kita mendamba cinta tak bernoda yang sanggup kita genggam meski ombak badai menerjang terjang. Ketika terduduk dalam keterasingan disudut pulau.... aku begitu mengharu biru menyambut cinta yang hadir kembali menemani asa yang hampir mati Aku, meski tersudut sepi, disebuah pulau tak berperadaban....tetapi selalu kudamba engkau untuk menerangi hidup hingga akhir hayat