CAKRAWALA JIWA (Bagi Engkau yang Dahaga Jiwa)

Mendalami Jiwa layaknya menjelajahi jagad raya begitu sulit, dalam, dan berkelok tetapi diliputi keindahan bagi yang memiliki kesadaran transendental. Mengenal jiwa secara mikrokosmos adalah dasar untuk mengenall jiwa secara makrokosmos, termasuk kekuasaan Tuhan

Tugas baru harapan baru

Pulau Gin Besar, mulai memberikan warna dalam kehidupanku dua bulan belakangan ini. Meski agak syok menjalani kehidupan serba terbatas, tetapi setelah dijalani ternyata juga fine-fine aja. Aku dah mendapatkan tempat, mendapatkan suber bahan pangan, mendapat kawan banyak, satu yang belum aku dapatkan pemecahannya adalah mengatasai kebekuan pemikiran yang ditelan kelonggaran waktu yang demikian banyak. Aku adalah orang yang bekerja dengan total “totality personal”, terbiasa dengan pemikiran yang senantiasa aktif mencari solusi dari berbagai persoalan yang aku hadapi. baik persoalan pekerjaan, keluarga, maupun persoalan yang lebih pribadi lagi. Sayangnya saat ini aku belum bisa mengatasi kebekuan ini, bagaimana menjadikan sistem komunikasi informasi dan informasi itu sendiri senantiasa mengalir, aktif membanjiri pikirranku tiap hari. Sehingga meskipun terisolir di pulau yang terpencil, aku tetap aktif memberikan ide gagasan bagi persoalan-persoalan yang ada, satu lagi meski terduduk di pulau sunyi tetap dapat mengikuti perkembangan dunia,

Hari ini aku dah mendarat, :istilah untuk meninggalkan Pulau ini:, tetapi aku masih di tempat kawan di toapaya makanya aku bisa menulis kembali di blog ini setelah sekian lama blog ini merana.

Dua hari lalu, rapat kenaikan kelas dan pembagian job discription. Maka palu dah diketok kepala sekolah dan inilah tugas baruku, tugas pokok adalah sesuai dengan SK yaitu sebagai Counselor Sekolah/Guru BK di tambah dengan tugas pokok yaitu: Bendahara Sekolah. Dua posisi yang gak ada kaitan bahkan mungjin secara psikologis malah bertolak belakang. Tabiat orang jawa, ketika ada tugas baru disampaikan kepada pegawai baru maka tidak ada kata lain adalah sendiko dawuh. Orang jawa adalah pembelajar sejati dan ulet, maka ketidakmampuan saat ini, bukan berarti halangan karena kita masih bisa bekerja sambil terus belajar.Aku orang Jawa dan pembelajar sejati, jangan bilang primordialis lho!!!!!

Di sekolah lama aku juga dulu tak tahu apa-apa apalagi mengenai tehnologi informasi, tetapi ketika aku di beri tanggungjawab untuk berkecimpung di dalamnya aku dapat segera menyesuaikan diri. Sekarang aku telah mampu menunjukkan bahwa aku tidak katrok, tidak juga gaptek. Prinsipnya semua mengalir begitu saja dengan satu prinsip bahwa: ALLAH TIDAK MEMBERIKAN SEMUA YANG AKU INGINKAN, TETAPI ALLAH MEMENUHI SEMUA YANG AKU BUTUHKAN.

Mulai hari ini libur akhir tahun pelajaran, tetapi sesungguhnya liburan ini adalah saat tepat tuk instrospeksi diri, kontemplasi, konsentrasi, dan menyiapkan semua program baik BK maupun kebendaharaan, sehingga memasuki TP baru Allah SWT tidak akan kecewa denganku karena ternyata aku adalah makhluk yang pandai bersyukur dan berterimakasih. Meski aku tetap saja bergulat dengan persoalan pribadi yang tak kunjung usai, tetapi biarlah itu memperkaya khasanah pemikiranku. Aku yakin suatu saat masalah yang membuat kepala tinggal separo ini segera berlalu.

AKU SENANTIASA MEMBUTUHKAN KASIH SAYANGMU YA ALLAH, AGAR AKU BISA MEMBERIKAN EMPATI DAN KASIH SAYANGKU KEPADA MAKHLUK-MAKHLUKMU

Filed under: celoteh dan tulisan-ku

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

SELAMAT PAGI DUNIA

Selamat Pagi Dunia

Mendambamu sepanjang hidupku

Ketika terduduk dalam keterasingan disudut pulau, aku sanggupp membaca guratan merah cakrawala ufuk barat senjahari bahwa akan ada keabadian setelah semua ini sirna. Menjadi abadi yang sempurna, tatkala kematian diselimuti dengan senyuman kepuasan akan kenikmatan tunduk kepada kuasa Tuhan. Menjadi abadi yang sempurna, ketika kita mendamba cinta tak bernoda yang sanggup kita genggam meski ombak badai menerjang terjang. Ketika terduduk dalam keterasingan disudut pulau.... aku begitu mengharu biru menyambut cinta yang hadir kembali menemani asa yang hampir mati Aku, meski tersudut sepi, disebuah pulau tak berperadaban....tetapi selalu kudamba engkau untuk menerangi hidup hingga akhir hayat