NUMBING NEWS. Kami berenam awalnya adalah satu tim, tetapi barangkali tim yang memang “agak” lemah. Betapa tidak dari enam orang personil baru, jebolan tes cpns formasi 2008 di Pemkab Bintan yang ditugaskan ke Numbing, hanya kami berempat yang telah mecoba mendalami pulau Gin Besar, Numbing dan sekitarnya, bergaul dngan masyarakat, bercengkarama dengan murid-murid, dan mencoba akrab dengan senior-senior. Sedangkan dua orang lain izin karena masih diberi beban di sekolah asal sampai ujian nasional berakhir.
Dari usha-usaha yang telah kami berempat lakukan. Tragis, Teh Intan, begitu aku panggil dia belakangan ini setelah aku tahu ia berasal dari Bandung, tiba-tiba berinisiatif mengundurkan diri. Barangkali hari ini saat tulisan ini aku buat, mungkin ia telah kembali ke Batam. Kami bertiga, aku terutama, telah berusaha meyakinkannya untuk tetap melangkah maksimal sampai setahun lah, untuk tetap menerima tugas ini, amanah yang kita perjuangkan bertahun-tahun, keinginan yang tidak bisa dimiliki oleh beribu-ribu bahkan berjuta orang di luar sana. Namun ia keukeuh dalam pendiriannya untuk tidak lagi menjalani kehidupan sebagai PNS. Apalagi keinginan ia itu didukung oleh suaminya yang sempat aku kenal beberapa saat di Numbing. Alasannya, aku tak tahu pasti. Tetapi yang selalu ia risaukan, ia keluhkan adalah kondisi pulau Numbing serta fasilitas-fasilitas di dalamnya yang menurutnya sama sekali tidak memadai. Yah, tinggal aku ucapkan selamat jalan saja. Semoga sukses selalu.
Menjadi PNS sebenarnya juga bukan pilihan satu satunya. Di era ini banyak bidang yang dapat kita garap, semua tergantung cara pandang, prinsip dan semboyan yang kita pegang dalam mengarungi hidup ini.
Selamat jalan Teh Intan
Filed under: Hegemoni Wanita, Perjalanan, celoteh dan tulisan-ku
