Hari ini adalah waktu yang bagus untuk saya menulis beberapa hal tentang kepindahan saya ke Bintan. Sebab beberapa waktu lalu kesibukan yang padat menenggelamkan saya dalam aktivitas yang mereduksi kesempatan untuk mengisi blog ini. Atau mungkin hal ini ada kaitannya dengan judul di atas mengapa beberapa hari saya tidak berkunjung ke blog.
Beberapa tulisan saya yang lalu yang berkaitan dengan tulisan ini adalah tentang wakasek jadi tukang ojek. Hal ini berkaitan karena tulisan ini masih tentang kepindahan saya ke Bintan dari Batam. Setelah diberhentikan dari Hang Tuah, saya hanya punya inisiatif ngojek dan itu berlangsung selama satu bulan penuh. Lumayan bisa menyambung hidup, dan yang lebih penting adalah mendapat pengalaman lewat kepribadian teman-teman ojek. Dari situ aku juga belajar ketulusan sahabat baruku BARJAN. Dia pribadi satu-satunya yang membesarkanku saat aku kehilangan teman-teman guru yang dulu begitu akrab, tetapi setelah aku dikeluarkan dari HT boro-boro datang menyapaku waktu dipangkalan ojekpun sangat berat. Alhamdulillah ada orang setulus dan sebaik pak Barjan, kawan ojekku yang meyelamatkanku dari kerapuhan.
Setelah sebulan penuh aku ngojek, saat yang saya nantikan tiba. Penyerahan SK CPNS, terlambat sehari dari yang diberitakan.Hari Rabu 08 April 2009, dipesantern ceruk Ijuk Bintan kami menerima SK CPNS. Beruntung dari sekian ratus orang saya dipanggil no. urut 8. Setelah saya buka SK itu maka terlihat penempatan di SMP N 18 Bintan. Segera saya cari info dimana SMP tersebut dan dari selebaranb alamat sekolah yang di download kawan dari internet saya dapatkan alamat di Jl. Saman Takoja sealamat dengan SMP N 2 Bintan. Berbahagialah saya ketika tahu bahwa SMP N 2 Bintan ada di Kota Kijang.
Tetapi setelah cek lokasi bersama kawan, ternyata ada kesalahan sebab ternyata SMP 18 ada di Numbing kumpulan pulau kecil ke arah tenggara Kijang dan menghadap selat Karimata. Kami sontak tertawa, saya hanya bisa menebak-nebak arti tertawanya kawan-kawan. Termasuk saya yang tak faham dengan tertawa renyah yang hampir bersamaan. Minggu berikutnya kami melapor ke sekolah tersebut sekaligus melakukan survey lokasi. Maka perjalanan pun dimulai. Sebuah ekspedisi pencarian jati diri, pencarian makna hidup, pencarian makna dedikasi, pencarian identitas, pencarian penghidupan, pencarian makna sebagai PNS.
Dan benar, Numbing adalah kumpulan pulau dengan hutan karet di dalamnya. Baru kemudian kami tahu bahwa di kumpulan pulau inilah komuditas karet terbesar di KEPRI di hasilkan, malah mungkin yang termasuk diperhitungkan diseluruh Indonesia. Numbing hanya dapat ditempuh dari pelabuhan Kijang dengan pongpong selama 1 jam 1o menit, tergantung besar kecilnya ombak. Kami mencatat setelah beberapa kali melalui perairan tersebut, di pertengahan selalu kami dihadapkan dengan ombak besar selama kurang lebih 15 menit. Setelah saya perhatikan dengan seksama disisi kanan arah ke numbing merupakan laut terbuka maka gelombang besar itu datang dari sana dismpimg wilayah tersebut merukan pertemuan beberapa selat. Jantung kami selalu berdegupkencang tiap kali melewati perairan tersebut.
Selepas lima belas menit kami diombang-ambingkan gelombang besar, maka segera memasuki perairan yang tenang dan damai. Sambutan pertama adalah Kampung Tealang disisi kanan kapal, kemudian memasuki Gin kecil, barulah memasuki Gin Besar. di Gin besar inilah Sekolah tempat kami bertugas bernaung. Masih ada lagi diseberang kanan agak ke tenggara perkampungan Numbing yang terlihat dari jauh lebih padat.
Dari ilustrasi ini barangkali anda meraba-raba. Insya Allah lain kali saya upload gambarnya. Thanks. To be Continued
Filed under: Geografi, Perjalanan, celoteh dan tulisan-ku













komentar anda