25 September 2008 • 12:47 am
Scathing criticism MR. Imballo tempo of the day to Bang Ade related to the “porno newspaper” his squabbling fruit. I said war nerves more nervous. Evening was Imballo pack to the island again, after an injury like this with the bang Ade. Clearly there is a visible gap, a akraban, or conflicts that may berimbas on the relationship of both fihak. College’s compositions ………………….
Filed under: celoteh dan tulisan-ku
Lama aku tak ngeblog, itu disebabkan aku sedang fokus membuat web sekolah bersama pak teguh, kawan baruku yang luar biasa. Lama terpendam angan-angan untuk ikut lomba web sekolah. blog guru dan blog siswa, setelah beberapa bulan yang lalu aku mendapat e-mail dari komunitasku pak guru online untuk mengikuti lomba tersebut. Aku sampaikan itu pada kawan-kawan guru, tetapi gak ada sambutan oleh karena memang SDM belum mumpuni untuk membuat dan mengelola web sendiri, web gratis sekalipun. Beruntung ada kawan baru yang memang ahli dalam urusan dunia maya termasuk WEB. Waktu dah hampir habis untuk mengikuti lomba, maka tiga hari ini kami kerja keras, lebih tepatnya pak teguh kerja keras mengkonstruksi web, mengelola, dan alhamdulillan dan separuh jalan.
Tiba-tiba hari ini entah mengapa aku berasa jenuh, capek, lelah, berasa putus asa. Waktu tinggal besok sementara isi web masih jauh dari baik. Bahkan pengaturannya masih kacau balau gak karua. Aku coba calling pak Teguh rupanya sama ia pun dah tidur karena sangat capeknya. Tinggal besok hari, bagaimana ini. Sudahlah separo jalan. Aku calling bu reni untuk menyiapkan bahan-bahan yang perlu di update ke web baru kami. Tetapi gak ada respon…….
Aku gak tahu lagi………semoga ada keajaiban untuk tetap mendaftarkan web kami ke pusat. Semoga
Bagaimana pak Teguh……………………………………??????????
Filed under: celoteh dan tulisan-ku , ”lomba web log”, ”SEAMOLEC”.
18 September 2008 • 1:10 am
Month many times feels more than favor with many years ago, many things that cause. Perhaps because there is plenty of time for me to read and read again at the start with my activities in the PMB. I should learn more about the Rhetoric, lecture materials and many lagi.Meski not that I pungkiri destroyer fasting always come to mind and disrupt ramadanku of worship. Hall, the anger I mean, how this day I keep a sense of anger that only big issue that the printer on all ngadat I have lanar print road, he arrived Apes I still maintain that the printer Hang the lab. I actually have a far-distant day that the printer ngadat same pack as the head of Aries school, but never digubris immoral. Peak day this underdog types. angry that extraordinary disgust I have to hear from HT 1, tumultuous world hold anger that I also want to lontarkan, but immediately I remember the sayings of the Prophet Muhammad, but who disagree to innii shoimun … … ..
Reading’s important … I have no ponakan Nate’s a computer whiz and the network. I said he could service. It is spesialisasinya hardware. Yes .. the best I can if I take that to samsung service.
The second issue, which is trying to damage the puasaku: a simple debate between the owners of newspapers criminal “postmetro” with one of the eminent critic from Batam. The critic with a spicy language arrange words as a candidate to overturn the newspaper, he mentions the newspaper with “KORAN PORNO” and by: suasabna month of Ramadan. Even in the blog critic writing in both write articles about ponografi. Dialognya also been presented with the newspaper pemred bang Ade.
While I think what the impact is criticized for the distribution of the newspaper? I try to follow its development, then I try edited. Yes raising rating only a critic’s blog is no more. Written by the first bang to it with only the thanks of the kritkannya. But the next day’s newspaper, a question that seemed to load images more excited. Of course, this is not satisfactory heart of the critic, then ditulislah criticism to the two-plus write articles pornography. But the newspaper still sweet bestseller, there is no phenomenon that shows the decline in newspaper circulation or consumption of this one.
I’m more out about thanks to the forehead to think more. Why? A critic of the stalls also sell newspapers and does not stop of the distribution of funds. I note remains in demand even nearly exhausted. What it means, konsistenan third of what a greeting someone! It may be caused by the decreasing profits stall if the distribution of newspapers is terminated, or there may be other reasons. What, for example? I found the answer. La Poker bang Ade that colleagues from the critic was. I had some time to participate in propaganda tour coverage to the islands of Batam with them both. Even Ade advertise infak bang for the empowerment of Muslims who live in small island-pilau is in the newspaper on behalf of the critic. During … … … ..
So what’s that mean? Maybe this proverb fit for this phenomenon: “Dogs menggongg permanent caravan passed.
Filed under: celoteh dan tulisan-ku
11 September 2008 • 12:29 am
Al-Quran adalah wahyu yang diturunkan dari langit oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril a’s. Sejarah penurunannya selama 23 tahun secara berangsur-angsur telah memberi kesan yang sangat besar dalam kehidupan seluruh manusia. Di dalamnya terkandung pelbagai ilmu, hikmah dan pengajaran yang tersurat maupun tersirat. 
Sebagai umat Islam, kita haruslah berpegang kepada Al-Quran dengan membaca, memahami dan mengamalkan serta menyebarluas ajarannya. Bagi mereka yang mencintai dan mendalaminya akan mengambil iktibar serta pengajaran, lalu menjadikannya sebagai panduan dalam meniti kehidupan dunia menuju akhirat yang kekal abadi.
Mushaf Al-Qur’an yang ada di tangan kita sekarang ternyata telah melalui perjalanan panjang yang berliku-liku selama kurun waktu lebih dari 1400 tahun yang silam dan mempunyai latar belakang sejarah yang menarik untuk diketahui. Selain itu jaminan atas keotentikan Al-Qur’an langsung diberikan oleh Allah SWT yang termaktub dalam firman-Nya QS.AL Hijr -(15):9: “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan kamilah yang akan menjaganya”
Al-Quran pada jaman Rasulullah SAW.
Pengumpulan Al-Qur’an pada zaman Rasulullah SAW ditempuh dengan dua cara:
Read the rest of this entry »
Filed under: Berita Dunia Islam, Dakwah Islam, pendidikan
10 September 2008 • 3:42 pm
Tak terasa, Ramadhan telah melangkah ke setengah perjalanan. Hanya Allah dan kita sendiri yang tahu, apakah waktu yang sudah terlewat telah termanfaatkan dengan baik untuk ber-taqarrub kepada Allah, ataukah sia-sia belaka—hanya haus dan lapar saja yang melekat di badan, sementara rahmat dan ampunan Allah jauh dari pelupuk mata.
Rasulullah saw. telah bersabda:
Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. (HR al-Bukhari dan Muslim).
Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, melalui sabda Nabi saw. tersebut, telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan. Sungguh, ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhluk-Nya.
Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. Oleh sebab itu, pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. Berkaitan dengan ini, Rasulullah saw. dalam salah satu khuthbahnya sebelum memasuki Ramadhan menyatakan, “Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya pengampunan, dan akhirnya kemerdekaan dari api neraka.” Lalu beliau melanjutkan, ”Karenanya, perbanyaklah empat perkara pada bulan Ramadhan: dua perkara untuk Rabb-nya dan dua perkara kalian menyukainya. Dua perkara untuk Rabb-nya adalah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan memohon ampunan kepada-Nya. Adapun dua perkara yang kalian sukai adalah memohon surga dan berlindung dari neraka.” (HR Ibnu Huzaimah dari Salman Al Farisi). Read the rest of this entry »
Filed under: Al-Islam, Dakwah Islam, MATERI CERAMAH RAMADHAN 1429 H, pendidikan
9 September 2008 • 6:21 pm
Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu al-Kitab (Alquran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut [29]: 45)
Ayat di atas begitu eksplisit menjelaskan adanya keterkaitan antara shalat dan perilaku yang ditunjukkan oleh seorang muslim. Pengaruh shalat memang tidak dapat dijadikan tolak ukur untuk menggeneralisasi dan menghukumi kepribadian semua orang. Tetapi, paling tidak dalam ayat ini Allah menjelaskan sikap seorang manusia dari sudut pandang karakter dan watak/ tabiat yang dibawanya. Shalat itu membersihkan jiwa, menyucikannya, mengkondisikan seorang hamba untuk munajat kepada Allah Swt di dunia dan taqarrub dengan-Nya di akhirat. (Jabir Al-Jazairi, 2004: 298). Read the rest of this entry »
Filed under: Berita Dunia Islam, Dakwah Islam, MATERI CERAMAH RAMADHAN 1429 H, pendidikan
8 September 2008 • 12:31 am
Menjadi keluarga sakinah, adalah hal yang diidamkan setiap pasangan yang hendak membangun rumah tangga. Sesuatu yang tidak mudah, namun tak mustahil untuk diwujudkan. Apa kuncinya?
Bahtera rumah tangga membutuhkan nakhoda yang mengerti tujuan dan arah berlayar, diikuti para awak yang memiliki kesabaran yang tangguh dan teruji, yang siap diatur oleh sang nakhoda. Sebagaimana bahtera yang mengarungi samudra yang luas akan menghadapi arus dan gelombang yang menggunung, begitu pula bahtera berumah tangga. Akan banyak ujian dan cobaan di dalamnya. Banyak kerikil-kerikil tajam dan duri-duri yang menusuk peraduan.
Dahsyatnya ujian tersebut menyebabkan banyak bahtera rumah tangga yang kandas dan tidak bisa berlabuh lagi, bahkan hancur berkeping-keping. Sang istri ditelantarkan dengan tidak dididik, bahkan tidak diberikan nafkah. Sehingga muncul awak-awak bahtera yang tidak taat kepada nakhoda. Awak yang tidak mengerti tugas dan kewajibannya, berjalan sendiri dan mencari kesenangan masing-masing. Inilah pertanda kecelakaan dan kehancuran. Sang anak dibiarkan seakan-akan tidak memiliki ayah, sebagai seorang pemandu dan pembela yang akan mengarahkan dan melindungi. Seakan-akan tidak memiliki ibu, yang akan memberikan luapan kasih sayang dan perhatian yang dalam. Masing-masing berjalan pada keinginan dan kehendaknya, tidak merasa adanya keterikatan dengan yang lain. Sang nakhoda berjalan di atas dunianya, sang istri dan sang anak di atas dunia yang lain. Saling tuduh dan saling vonis serta saling mencurigai akan terus berkecamuk, berujung dengan perpisahan. Akankah gambaran keluarga tersebut mendapatkan ketenangan, ketentraman, dan kebahagiaan? Bahkan itulah pertanda malapetaka yang besar dan dahsyat.
Suratan Taqdir
Memang problem dalam berumah tangga adalah sebuah suratan taqdir yang mesti ada dan terjadi. Akan tetapi Allah Subhanahu wa ta’ala telah menurunkan syariat-Nya untuk membimbing ke jalan yang diridhai dan dicintai-Nya. Jalan yang akan mengakhiri problem tersebut. Sebuah suratan yang tidak akan berubah dan tidak akan dipengaruhi oleh keadaan apapun. Mungkin kita akan menyangka, suratan taqdir tersebut tidak akan menimpa orang-orang yang taat beribadah dan orang-orang mulia di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala. Tentu tidak demikian keadaannya. Nabi Nuh ‘alaihissalam berseberangan dengan istri dan anaknya. Nabi Luth ‘alaihissalam dengan istrinya yang jelas-jelas mendukung perbuatan keji dan kotor: laki-laki “mendatangi” laki-laki. Hal ini telah diceritakan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala di dalam firman-Nya:
ضَرَبَ اللهُ مَثَلاً لِلَّذِينَ كَفَرُوا اِمْرَأَةَ نُوحٍ وَامْرَأَةَ لُوطٍ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلاَ النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ
“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): ‘Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (Jahannam)’.” (At-Tahrim: 10) Read the rest of this entry »
Filed under: Berita Dunia Islam, Dakwah Islam, pendidikan
7 September 2008 • 11:18 am
A). Makna dan Hakikat Pendidikan Islam
Dalam bahasa Arab pendidikan Islam disebut At-Tarbiyah Al-Islamiyah.
Secara bahasa, tarbiyah memiliki beberapa arti:
- Roba-Yarbu = tumbuh berkembang
- Robiya-Yarba = tumbuh secara alami
- Robba-Yarubbu = memperbaiki, meningkatkan
Berarti proses pendidikan Islam seharusnya menumbuhkembangkan secara alami, juga sebagai proses perbaikan peningkatan diri bagi orang yang terlibat di dalamnya. Pendidikan Islam bukan hal yang mengada-ada, dia memang ada.
Secara istilah makna tarbiyah adalah:
| 1. |
Menyampaikan sesuat sampai pada tingkat sempurna sedikit demi sedikit (Al-Baydowi)
|
Filed under: Dakwah Islam, pendidikan
6 September 2008 • 7:19 pm
Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Aku berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari. Beliau berkata kepadaku, “Wahai anak, sesungguhnya aku akan ajari engkau beberapa kalimat:
1.
اِحْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ،
“Jagalah Allah niscaya Allah menjagamu”
Yaitu dengan melaksanakan perintah-perintah Allah serta menjauhi larangan-larangan-Nya, Allah akan menjaga dunia dan akhiratmu.
2.
اِحْفَظِ اللَّهَ تَجِدُهُ تُجَاهَكَ
“Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu”
Jagalah batasan-batasan dan hak-hak Allah. Engkau akan mendapati Allah memberikan taufiq kepadamu serta membantumu. Read the rest of this entry »
Filed under: Dakwah Islam, pendidikan
Segala puji bagi Allah SWT, sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, shahabat, keluarga serta orang-orang yang masih berittiba’ (mengikuti) kepada beliau sampai hari kiamat.
Al Qur’an adalah sumber hukum dan ilmu pengetahuan yang tak pernah kering untuk ditimba, penuh dengan pelajaran, di dalamnya terdapat hikmah dan teladan. Salah satu isi pokok dari Al Qur’an adalah kisah perjalanan kehidupan para nabi dan rasul serta orang-orang saleh dari umat-umat sebelum nabi Muhammad SAW. Hikmah diceritakannya sirah manusia-manusia pilihan itu tidak lain karena besarnya manfaat dari keteladanan iman, sifat dan akhlaq mereka. Maka disini akan saya angkat sebuah kisah Luqman Al Hakim yang penuh dengan hikmah bagi kita semua.
.
1. Tidak menyekutukan Allah.
Sebesar-besar kedzaliman dan kemungkaran adalah menyekutukan Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.(Q.S. Luqman:13)
Allah SWT tidak akan mengampuni dosa syirik, kecuali ia bertobat dan meninggalkan perbuatannya. Sesungguhnya hanya Allah sajalah yang berhak untuk
disembah (Allahu mustahiqqul ‘ibaadah). Dia lah yang berhaq di mintai pertolongan. Hanya kepada-Nyalah segala urusan diserahkan, takut (khouf), berharap (raja’) hanya layak ditujukan kepada Allah swt, bukan kepada yang lainnya Read the rest of this entry »
Filed under: Dakwah Islam, pendidikan
komentar anda