Alhamdulillah, tamu agung dengan membawa berjuta-juta keuntungan itu datang lagi. Tamu agung yang sangat istimewa segera menjelang menghampiri ruh-ruh yang rapuh terobsesi oleh api dunia yang membakar menghauskan.Kedatanganmu kami tunggu wahai syahrul mubarok. Datanglah untuk menghapus dahaga iman dan jiwa kami, datanglah untuk membelenggu kedurjanaan, datanglah untuk menghapus duka nestapa disebsbkan oleh perihnya hati menapaki jalan kemunafikan, jalan kedustaan, jalan kesombongan, jalan kesesatan yang kami tutupi setahun lalu.
Sungguh aku merindukanmu, bercengkerama denganmu siang malam. Becerita bahwa kami telah tersesat keujung-ujung dunia yang bersinar-sinar mempesona, bercerita bahwa keangkuhan kami telah menikam beribu-ribu manusia hingga mati kehausan dan kelaparan. Bercerita tentang kebodohan kami menyanjung dunia padahal kami telah tahu bahwa dunia hanya sekejap. kemilau dunia hanya kilat yang terlihat sebelum hari hujan. Berdcerita tentang perilaku keji kami mendzolimi banyak orang merampas hak mereka, mencemooh mereka, menginjak-injak mereka.
Sungguh………………kami merindukanmu untuk memulihkan kesadaran batin dan jiwaku yang terkoyak moyak. Hancurkan kesombonganku dengan dengan petuah menahan nafsumu. Ikat kesombonganku dengan rasa menahan lapar yang melilit. Hapuslah kepongahan kami dengan damainya waktu subuh. Hapuslah ketamakan kami dengan waktu berbuka bersama-sama. Hapuslah kesombongan kami dengan berdiri sholat malam yang mendmaikan hati.
Sungguh……………..kami merindukanmu mencongkel karat hati ketidak pedulian kami yang telah menusuk hati paling dalam. Hapuskan kelelahan jiwa yang gersang ini dengan chaya iman nan haqiqi.
Selamat Datang, wahai Ramadhanku
Filed under: Al-Islam, Berita Dunia Islam, Dakwah Islam, MATERI CERAMAH RAMADHAN 1429 H













komentar anda