Arsip

Arsip untuk April, 2008

kerisauanku, kegalauanku, kekhawatiranku

Blog-ku, maaf! bahwa aku tak pernah mengukirmu dengan cerita-cerita, kisah atau fenomena hidup. Sejak kamu aku buat tak jua aku masuk merajut keindahan dalam bingkaimu. Tetapi sekarang aku harus  menulis, menyampaikan segala kerisauanku, tentang hidup, tentang stagnasi perjalananku, tentang mimpi-mimpi yang kurajut tapi tak segera aku gapai.

Aku yang tiba-tiba berda di batam, berproses meski lambat sekarang menjadi wakil kepala sekolah di sebuah sekolah Islam. Inilah kerisauan pertama yang hendak aku tulis. Aku menjadi penanggung jawab sukses tidaknya siswa-siswiku menempuh UNAS 2008. Risau karena sudah enam kali try out, tak ada kemajuan yang berarti. Galau, karena posisi dilematisku tentang kenyataan bahwa KEJUJURAN harus dinomorsekiankan demi mereka lulus, demi tidak tercorengnya sekolah karena banyaknya siswa yang tidak lulus, demi menghindari rasa malu karena DINAS akan memberi stigma yang negatif terhadap Hang Tuah. Dan khawatir karena sudah pasti jika kejujuran dalam diriku menang maka sudah pasti anak-anak pasti akan banyak yang tidak lulus.

Sepuluh hari lagi!!! Apa yang harus aku perbuat………..drill soal sudah, try out telah berulang kali, memotivasi anak tidak pernah bosan, lalu apa lagi? O ya hari ini aku ngantar anak2 try out ke politeknik, lulus satu orang siswa. Secara keseluruhan hasil try out pun tidak menggembirakan. Agak lega, sebab tidak anank2ku saja, bahkan ribuan anak-anak sekolah lain malah jauh di bawah anak2ku.

kejujuran dengan konsekwensi akan ditertawakan banyak guru lain diseluruh Indonesia dan harus ikhlas harus ada anak yang tidak lulus, atau berlaku curang dengan memberikan jawaban kepada siswa pada waktu UNAS dengan konsekwensi kehinaan di mata Tuhan serta memperpanjang dosa sampai murid-muridku beranak pinak.

Logikapun  kadang tak menjawab kegalauan ini. Dengan dimensi rasa malah lebih mengoyak moyak hati, mencabik-cabiknya hingga berdarah-darah. Aku berfikir jauh ke depan, jika kecurangan terus berlanjut dalam sistem pendidikan, maka duapuluh lima tahun kedepan bangsaku tercinta ini akan menjadi bangsa pecundang dan pengemis. Maafkan bapak anak-anakku, biarlah bapak ditertawakan, tetapi inilah prinsip bapakbahwa kejujuran dan kebenaran harus dibela dan ditegakkan. Selamat belajar, rajin berdoa, tempuhlah UNAS dengan dada membusung bahwa sosl-soal  UNAS bukan momok yang harus ditakuti. Selamat berjuang anak-anakku.