Wisata Dakwah: Pulau Gara, Pulau Bertam, Pulau Lingka dan Pulau Kasu
30 06 2008
HangTuah News, Hari Ahad kiranya nyaman di rumah dengan keluarga, bercanda ria menghilangkan kepenatan setelah aktivitas satu minggu kerja yang melelahkan. Tidak begitu kiranya aku. Aku bergabung dengan kawan-kawan dari YLKMB dan rekan-rekan Guru Hang Tuah mengadakan perjalan wisata dakwah ke suku laut di beberapa Pulau di Batam Barat. Bagi aku ini hal yang menarik, sebab sebulan sebelumnya aku dan rekan-rekan dari YLKMB mengadakan rihlah yang sama ke suku laut di Batam Timur. Kali ini jumlah rekan-rekan yang ikut lebih banyak dari perjalanan sebulan lalu.
Permasalahan yang dihadapi suku laut sungguh sangat beragam, kalau di Batam Timur: yaitu di Pulau Kubung dihadapkan dengan persoalan kristenisasi yang berhasil mengkristenkan hampir seluruh penduduk pulau tersebut, dari 45 kk tinggal 6 kk yang tetap memeluk Islam sebagai agama, sementara pulau air mas di hadapkan dengan persoalan pelantar yang sudahlah bergoyang-goyang. Maka di Pulau Gara, bertam, dan Lingka mengadapi persoalan yang berbeda pula. Namun demikian yang menjadi tujuan rihlah kami sama dan keseluruhan pulau yang kami kunjungi yaitu bagaimana menangkal kegiatan kristenisasi yang di lakukan oleh para misionaris.
Pulau Gara, memag masih berstatus mayoritas muslim dari 57 kk yang kristen hanya 1 kk saja. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahaya kristenisasi tetap saja mengintai pulau ini dengan cara klasik mereka membagi-bagi sembako, uang dan menyekolahkan anak-anak di sana . Jamaludin kepala suku laut di pulau ini, sekaligus ketua RT terisak ketika menyampaikan kondisi yang memprihatinkan di pulau ini terutama berkaitan dengan kegigihan mereka menjaga aqidah Islam mereka. Anggota suku laut di pualu ini cukup fundamental dalam mengakui Islam sebagai agama mereka, tetapi sungguh sangat disayangkan pengetahuan mereka tentang syariat Islam sangat terbatas.
To be continued
Komentar : Tidak ada komentar »
Kategori : Perjalanan, celoteh dan tulisan-ku




Deputi Sekretaris Jenderal Muslim Council of Britain (MCB) Dr. Daud Abdullah mengaku tidak heran jika McEwan mendukung pernyataan Amis karena kedua novelis itu memang memiliki perangai yang sama terhadap keberadaan warga Muslim dan Islam.
Komentar Terakhir